30
Mei
12

penentuan waktu baku

Waktu standar adalah waktu yang sebenarnya digunakan oleh operator yang normal untuk memproduksi satu unit dari data jenis produk. Waktu standar untuk setiap bagian harus dinyatakan termasuk toleransi untuk beristirahat mengatasi kelelahan atau untuk factor – factor yang tidak dapat dihindarkan. Namun, jangka waktu penggunaanya waktu standard an batasnya. Dengan demikian waktu baku dapat diperoleh dengan mengaplikasikan rumus berikut yakni

  1. I.      Standard time = Normal time + (Normal Time x allowance %).

12
Mar
12

Menurut (Wignjo…

Menurut (Wignjosoebroto, 2003), ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam perancangan stasiun kerja, yaitu:

  1. Aspek yang menyangkut perbaikan-perbaikan metode atau cara kerja dengan menekankan prinsip-prinsip ekonomi gerakan
  2. Data-data mengenai dimensi tubuh manusia yang berguna untuk mencari hubungan keserasian antara produk dan manusia yang memakainya
  3. Pengaturan tata letak fasilitas kerja yang perlu dalam melakukan suatu kegiatan. Hal ini bertujuan untuk mencari gerakan-gerakan kerja yang efisien
  4. Pengukuran energi yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan aktivitas tertentu
  5. Keselamatan dan kesehatan kerja pada stasiun tersebut
12
Mar
12

Penerapan Stati…

Penerapan Statistika dalam teknik industri

   Teori probabilitas yang merupakan dasar-dasar statistika industri merupakan dasar-dasar untuk melakukan kajian-kajian secara mendalam. Adapun kajian probabilitas dalam teknik industri antara lain :

  1. a.    Penggunaan Statistical Process Control (Spc) dalam pengendalian kualitas.

Dalam industri barang atau jasa kualitas adalah  faktor kunci yang membawa keberhasilan, pertumbuhan, dan peningkatan posisis bbersaing. Kualitas atau produk diartikan sebagai tingkatan dimana produk mampu memuaskan keinginan konsumen. Pengendalian proses statistik adalah suatu terminologi yang menjabarkan penggunaan teknik statistik dalam memantau dan meningkatkan produk berkualitas. Pengendalian proses statistik didefinisikan sebagai suatu metodologi pengumpulan dan analisis data kualitas serta penentuan dan pengukuran yang menjelaskan proses suatu industri untuk meningkatkan kualitas guna memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan. Peta kontrol penting dalam statistik di industri, yang merupakan alat untuk mengawasi dan menentukan keputusan yang diambil jika terjadi produk menyimpang. Peta kontrol dibuat sebagai batas produksi menyimpang dari mutu yang diinginkan.

 

  1. b.    Penggunaan Statistical Inventory Control (SIC) dalam pengendalian persediaan.

Persediaan adalah sumber daya nganggur yang menunggu proses selanjutnya. Persediaan dalam suatu sistem merupakan hal yang sulit dihindari. Disebabkan karena mekanisme pemenuhan atas permintaan dan juga keinginan meredam ketidakpastian. Adapun sebab lainnya adalah spekulasi dengan tujuan mendapatkan keuntungan dimasa mendatang. Metode pengendalian persedian secara statistik merupakan metode dengan ilmu matematika dan statistik sebagai alat bantu utama untuk menjawab permasalahan kuantitatif dalam sistem persediaan.  

Statistik industri meliputi Statistik sektor industri Pengolahan Pertambangan dan Penggalian, Konstruksi dan Energi (Listrik Gas dan Air). Sumbangan sektor industri dalam PDB sekitar 44 persen, 24 persen diantaranya berasal dari industri Pengolahan termasuk migas.

12
Mar
12

Metode Delphi

Pengertian Metode Delphi

   Metode Delphi adalah metode sistematis dalam mengumpulkan pendapat dari sekelompok pakar melalui serangkaian kuesioner, di mana ada mekanisme feedbackmelalui ‘putaran’/round pertanyaan yang diadakansambil menjaga anonimitas tanggapan responden (para ahli). (Foley, 1972)

   Metode Delphi adalah teknik komunikasi terstruktur, awalnya dikembangkan sebagai metode peramalan interaktif yang bergantung pada sejumlah expert. (Harold A. Linstone, 1975)

   Metode Delphi adalah modifikasi dari teknik brainwriting dan survei. Dalam metode ini, panel digunakan dalam pergerakan komunikasi melalui beberapa kuisioner yang tertuang dalam tulisan. Teknik Delphi dikembangkan pada awal tahun 1950 untuk memperoleh opini ahli. Objek dari metode ini adalah untuk memperoleh konsensus yang paling reliabel dari sebuah grup ahli. Teknik ini diterapkan di berbagai bidang, misalnya untuk teknologi peramalan, analisis kebijakan publik, inovasi pendidikan, program perencanaan dan lain – lain.

Sejarah Metode Delphi

    Metode Delphi dikembangkan oleh Derlkey dan asosiasinya di Rand Corporation, California pada tahun 1960-an. Metode Delphi merupakan metode yang menyelaraskan proses komunikasi komunikasi suatu grup sehingga dicapai proses yang efektif dalam mendapatkan solusi masalah yang kompleks.

Pendekatan Dalam Metode Delphi

     Pendekatan Delphi memiliki tiga grup yang berbeda yaitu : Pembuat keputusan, staf, dan responden. Pembuat keputusan akan bertangungjawab terhadap keluaran dari kajian Delphi. Sebuah grup kerja yang terdiri dari lima sampai sembilan anggota yang tersusun atas staf dan pembuat keputusan, bertugas mengembangkan dan menganalisis semua kuisioner, evaluasi pengumpulan data dan merevisi kuisioner yang diperlukan. Grup staf dipimpin oleh kordinator yang harus memiliki pengalaman dalam desain dan mengerti metode Delphi serta mengenal problem area. Tugas staf kordinator adalah mengontrol staf dalam pengetikan. Mailingkuesioner, membagi dan proses hasil serta pernjadwalan pertemuan. Responden adalah orang yang ahli dalam masalah dan siapa saja yang setuju untuk menjawab kuisioner.

Langkah- Langkah Metode Delphi

     Langkah-langkah yang dilakukan dalam teknik ini adalah (Dermawan, 2004):

  1. Para pembuat keputusan melalui proses Delphi dengan identifikasi isu dan masalah pokok yang hendak diselesaikan.
  2. Kemudian kuesioner dibuat dan para peserta teknik Delphi, para ahli, mulai dipilih.
  3. Kuesioner yang telah dibuat dikirim kepada para ahli, baik didalam maupun luar organisasi, yang di anggap mengetahui dan menguasai dengan baik permasalahan yang dihadapi.
  4. Para ahli diminta untuk mengisi kuesioner yang dikirim, menghasilkan ide dan alternatif solusi penyelesaian masalah, serta mengirimkan kembali kuesioner kepada pemimpin kelompok, para pembuat keputusan akhir.
  5. Sebuah tim khusus dibentuk merangkum seluruh respon yang muncul dan mengirimkan kembali hasil rangkuman kepada partisipasi teknik ini.
  6. Pada tahap ini, partisipan diminta untuk  menelaah ulang hasil rangkuman, menetapkan skala prioritas atau memperingkat alternatif solusi yang dianggap terbaik dan mengembalikan seluruh hasil rangkuman beserta masukan terakhir dalam periode waktu tertentu.
  7. Proses ini kembali diulang sampai para pembuat keputusan telah mendapatkan informasi yang dibutuhkan guna mencapai kesepakatan untuk menentukan satu alternatif solusi atau tindakan terbaik.

      Sedangkan menurut Mansoer (1989:72) Ciri khas langkah-langkah proses teknik Delphi adalah sebagai berikut:

  1. Masalah diidentifikasikan dan melalui seperangkat pertanyaan yang disusun cermat anggota kelompok diminta menyampaikan kesimpulan-kesimpulannya yang potensial.
  2. Kuesioner pertama diisi oleh anggota secara terpisah dan bebas tanpa mencantumkan nama.
  3. Hasil kuesioner pertama dihimpun, dicatat dan diperbanyak dipusat (sekretariat kelompok).
  4. Setiap anggota dikirimi tembusan hasil rekaman.
  5. Setelah meninjau hasil, para anggota ditanyai lagi tentang kesimpulan-kesimpulan mereka. Hasil yang baru biasanya menggugah para anggota untuk memberi kesimpulan baru, malah ada kalanya mereka mengubah sama sekali kesimpulan pertama mereka
  6. Langkah ke-4 dan ke-5 ini diulangi sesering ia diperlukan,sampai tercapai satu konsensus.

Kelebihan Metode Delhi

  • Hasil berdasarkan dari para ahli.
  • Anonimitas dan isolasi memungkinkan kebebasan yang maksimal dari aspek-aspek negative dari interaksi sosial.
  • Opini yang diungkapkan para ahli luas, karena dari pendapat masing-masing ahli.

 

Kekurangan Metode Delphi

  • Biaya yang besar untuk mengundang para ahli.
  • Hasil berdasarkan anggapan-anggapan (asumsi).
  • Tidak semua hasil berjalan sesuai prediksi.
  • Memakan waktu yang lama.

Contoh Aplikasi :

  • Teknologi peramalan , contoh : pengobatan pada tahun 1990
  • Peramalan permintaan , contoh : Pariwisata Hawaii pada tahun 2000
  • Peramalan perubahan manajemen hotel di Hongkong ( 1997 )
  • Assesment dampak lingkungan daam pengembangan Salt’s Mill
  • Prioritas dalam manajemen pertunjukan budaya
  • Definisi ekotourism

sumber :

ü  http://if29noltiga.9.forumer.com/index.php?s=1b665dad463ec7e2954e9a7fb5dc80d2&act=Attach&type=post&id=105

ü  http://www.scribd.com/doc/50840560/Metode-Delphi

ü  http://www.idshvoong.com/mengenal-teknik-delphi.html
ü  http://sarastiana.com/2011/11/10/teknik-pengambilan-keputusan-proses-delphi/
20
Feb
12

Pengukuran Waktu Baku Menggunakan Metode Work Factor Pada Industri Jasa

Work factor atau sistem faktor kerja merupakan salah satu sistem dari Predetermined Time System yang paling awal dan secara luas diaplikasikan. Sistem ini memungkinkan untuk menetapkan waktu untuk pekerjaan-pekerjaan manual dengan menggunakan data waktu gerakan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Langkah-langkah dalam perhitungan waktu baku menggunakan metode work factor

1. Membuat analisa detail setiap langkah kerja yang ada berdasarkan empat variable yang merupakan dasar utama pelaksanaan kerja yaitu :

  • Anggota tubuh
  • Kerja perpindahan gerakan
  • Manual control
  • Berat/hambatan yang ada

2. Pada Work-Factor System, suatu pekerjan dibagi atas elemen-elemen gerakan standar kerja sebagai berikut : Transport atau reach & move (TRP), Grasp (GR), Pre-Position (PP), Assemble (ASY), Use (manual, process or machine time)-(US), Diassemble (DSY), Mental Process (MP), dan Release (RL). Dan simbol-simbol yang digunakan untuk menunjukan anggota tubuh yang dipergunakan dan faktor-faktor kerja juga distandardkan sebagai berikut :

Anggota Tubuh

Simbol

Faktor Kerja

Simbol

Finger F Weight of Resistant W
Hand H Directional Control S
Arm A Steer S
Forearm FS Care (Precaution) P
Trunk T Chenge Direction U
Foot FT Define Stop D
Leg L
Head Turn HT

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Menetapkan waktu baku yang tepat (diperoleh dari table data waktu baku gerakan) untuk setiap gerakan kerja yang telah didefenisikan dengan menambahkan waktu longgar pada waktu total

Analisa pengukuran waktu baku menggunakan metode work factor pada industri jasa pengisian pulsa “Anis Cellular”

Elemen gerakan yang terjadi pada saat pengisian pulsa di toko “Anis Cellular” adalah :

No. Elemen

Deskripsi Elemen Kerja

Analisa

Gerakan

Waktu (menit)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Menjangkau hp sejauh 8”

Memegang hp

Membawa hp ke depan wajah 6”

Menginput data angka 24 digit

Menunggu pulsa tekirim 25 detik

Menekan tombol redial

Membawa hp ke meja 6”

Meletakkan hp di atas meja

Melepaskan hp

Menggerakkan tangan kembali 8”

A8D

0,5F1

A6D

F24D

24D

F1D

A6D

F1P

0,5F1

A12D

0,0054

0,0008

0,0047

0,0815

0,4166

0,0023

0,0047

0,0023

0,0080

0,0065

Total waktu (menit) 0,5328

Dalam hal ini, asumsi allowance atau kelonggaran adalah sebesar 1 menit untuk keterlambatan (delay), maka waktu  baku yang diperoleh dari kegiatan ini adalah :

Waktu baku = total waktu + allowance

= 0,5328 + 1,000

= 1,5328 menit

17
Feb
12

baut dan mur

Kata dosen :
Baut adalah batang berulir sedangkan mur adalah lubang berulir

  • 16
    Feb
    12

    posting pertama

    postingan pertama>>>>
    mohon bantuanx dari agan2 blogger semua :)))